Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Yang Terjejak

Photo AlbumJun 24, '08 6:10 AM
for everyone
Dibangun pada tahun 1857, gue ngga tau siapa pemilik awalnya. Yang jelas, gedung ini pernah menjadi kantor Dasaad Musin Concern.

Agus Dasaad adalah pengusaha asal Sumatera Selatan. Usahanya di bidang perkapalan sejak tahun 1930-an. Di masa Orde Lama (tahun 1950-an), namanya masuk dalam Program Benteng, yakni kumpulan pengusaha pribumi asal daerah-daerah di Indonesia, seperti Pardede dari Sumatera Utara, Rahman Tamin dan Hasyim Ning dari Sumatera Barat. Ketika beralih pemerintahan, usahanya ditutup penguasa yang baru.

Kata temen gue, Bonnie sang sejarawan, Dasaad adalah "ATM-nya Bung Karno". Kalau BK ke Tokyo, datang ke galeri lukis, tinggal tunjuk lukisan mana yang mau dibeli, "Ad, bayar, Ad."

Entah apa nama gedung yang berwarna merah, tapi orang-orang sekitar menyebutnya Gedung Kosong. Pemiliknya sekarang bernama Laila, keturunan Arab.

gagah menantang langit
 3 Comments 
menara jadi cirinya
  
rapuh dindingnya
 6 Comments 
tak bisa direstorasi
 9 Comments 
di sudut
  
dirambati
 1 Comment 
jendela
  
jendela
  


33 CommentsChronological   Reverse   Threaded
aryasadhewa wrote on Jun 24, '08
ini bangunan kolonial dari disainnya, lihat pucuk diatasnya, mirip dengan fatahilah, sayang ya....
ciciatjeh wrote on Jun 24, '08
ini bangunan pasti masih kuat yaa..
kyanya tahan aja sama perubahan jaman... meskipun sudah jatuh-jatuh plesterannya... (dia pasti bilang, aku bisa tahan 100 tahun lagi)
ciciatjeh wrote on Jun 24, '08
jadi ini tak ada pemiliknya lagi yaa?
kasiaann... bentar lagi pasti udah berganti rupa dia...
TFS pic-nya yaa
aryasadhewa wrote on Jun 24, '08
bayangin bagusnya bangunan itu pada saat jaya jayanya di jamannya
ciciatjeh wrote on Jun 24, '08
bayangin bagusnya bangunan itu pada saat jaya jayanya di jamannya
setuju.. mungkin kalau mau ngudak-ngudak museum di belanda, pastilah ada gambar bangunan-bangunan ini... paling tidak sketsanya... dan uhmm.... merinding awak membayangkannya.. (yg kaya betul lah orang sumatra -juragan kebuh karet/kopi/lada- zaman itu)
galikano wrote on Jun 25, '08
ini bangunan kolonial dari disainnya, lihat pucuk diatasnya, mirip dengan fatahilah, sayang ya....
betul.
dibangun awal abad ke-19.
Comment deleted at the request of the author.
galikano wrote on Jun 25, '08
meskipun sudah jatuh-jatuh plesterannya
ceritanya, ci, semen zaman sekarang ngga bisa kawin sama bangunan zaman dulu, akibatnya bangunan ini ngga bisa direstorasi.
pilihannya tinggal nunggu runtuh sendiri kayaknya
galikano wrote on Jun 25, '08
jadi ini tak ada pemiliknya lagi yaa?
pemiliknya tetap ada, ci.
tapi gedung ini kan masuk cagar budaya, ngga boleh diubah bentuknya, apalagi dihancurkan.
deburombak wrote on Aug 12, '08
gw baru tau ttg gedung ini minggu lalu, ketika jalan ma PTDnya Sahabat Museum (duh..basi bgt ya gw), bbrp kali melintas di terasnya tanpa tau ada gedung yg cukup bersejarah di situ

miris banget lihat gedung ini..
sayang banget..:(
galikano wrote on Aug 12, '08
he'eh, miris....
mahandisyoanata wrote on Sep 14, '08
betul.dibangun awal abad ke-19.
bangunan ini sudah pake rangka beton, jadi kira-kira dibangun awal abad ke-20.
mahandisyoanata wrote on Sep 14, '08
ceritanya, ci, semen zaman sekarang ngga bisa kawin sama bangunan zaman dulu, akibatnya bangunan ini ngga bisa direstorasi.pilihannya tinggal nunggu runtuh sendiri kayaknya
Sebenernya bisa dikonservasi atau revitalisasi dengan disesuaikan fungsi bangunan yang baru, mbak.
Cuman tidak ada niat dan dana saja, jadi dibiarkan tak terawat.
Label "cagar budaya" sekedar label saja.

Sepintas proyek revitalisasi kota tua sampai saat ini hanya sekedar make-up saja ya.
mahandisyoanata wrote on Sep 14, '08
Ini tipikal perkantoran akhir abad ke-19. Banyak ditemui desain serupa di sepanjang Kali Besar Timur dan Barat.

Gedung di Jalan Kali Besar Timur 19 ini milik Bu Magdalene Liela Ubaidi (Ella), beliau merogoh kantongnya sebesar Rp 6 juta/th untuk membayar pajak dengan luas tanah kira-kira 450 m2.
galikano wrote on Sep 14, '08
waaaah informasinya lengkap bener dari yoan.
makasih banyak yaaaa....
harusnya kamu yang jadi narasumber nih.
mahandisyoanata wrote on Sep 14, '08
makasih banyak yaaaa....
Sama-sama mbak silvia... :)
yukirou wrote on Jan 14, '09
trima kasih sudah berbagi info :)
yukirou wrote on Jan 14, '09
ceritanya, ci, semen zaman sekarang ngga bisa kawin sama bangunan zaman dulu, akibatnya bangunan ini ngga bisa direstorasi.
pilihannya tinggal nunggu runtuh sendiri kayaknya
aduh kasian banget TwT
padahal keliatannya bangunan ini bagus banget
klo ga rusak....
yukirou wrote on Jan 14, '09
jangan sampai dihancurkan deh T_T
tapi kalau tak direstorasi...malah semakin lapuk
dan akhirnya runtuh ya T__T
galikano wrote on Jan 14, '09
yukirou said
jangan sampai dihancurkan deh T_T
tapi kalau tak direstorasi...malah semakin lapuk
dan akhirnya runtuh ya T__T
memang tidak dihancurkan karena ngga boleh, tapi untuk direstorasi ngga bisa.
jadi ya ditunggu hancur sendiri.
makasih sudah mampir ke sini ya, geovani.
lilymon wrote on Aug 1, '09
pertama kali tau gedung ini dari rahasia meede
dicari puter2 ke kota ga nemu2
baru ketiga kalinya nyadar kalo ud nglewatin ini gedung berkali2

memang sayang banget kalo hancur....
rullydasaad wrote on Sep 11, '09
Gedung ini banyak sejarah nya di kehidupan saya semasa kecil...orang tua saya kantor nya di sini....sayang sekali setelah orde baru memimpin Indonesia, satu persatu pengusaha jaman Soekarno di singkirkan...tapi yah itu semua hanya Tuhan yg tau kenapa..saat ini saya juga berkerja di dunia jasa fotografi iklan..senang sekali adik2 di sini menghargai dan bersimpati dgn keadaan gedung bekas milik keluarga saya ini...semoga sukses buat semua pencinta fotografi di blog ini....Rully Dasaad business development and representative Agustinus Sidarta Photography. rullydasaad@yahoo.com
galikano wrote on Sep 11, '09
senang sekali adik2 di sini menghargai dan bersimpati dgn keadaan gedung bekas milik keluarga saya ini...
lagi-lagi saya beruntung, keturunan tokoh yang saya tulis dengan pengetahuan terbatas, mampir di blog ini.
terima kasih banyak, mas rully.
semoga suatu hari kita bisa ketemu & ngobrol banyak tentang gedung ini.
rullydasaad wrote on Sep 15, '09
iya Sil, hope to meet you all in person....aku tinggal resmi nya di Bali, tapi masih sering ke Jkt utk urusan kerjaan ku...stay in touch ya...kapan saja kalau ada waktu aku siap ketemu sambil ngobrol2 ttg fotografi...take care ya..kalau ada FB add aku juga ya...byeee
galikano wrote on Sep 15, '09
kapan saja kalau ada waktu aku siap ketemu sambil ngobrol2 ttg fotografi...take care ya..kalau ada FB add aku juga ya...byeee
barusan sudah di-add di fb.
ngobrol tentang sejarah, bukan tentang fotografi, mas, wong saya pake kamera saku kok
dipodipo wrote on Dec 25, '09
Baru lihat ada foto ini. Kenapa nggak bisa di restorasi Syl ?
galikano wrote on Dec 25, '09
lilymon said
pertama kali tau gedung ini dari rahasia meede
aku malah belom baca bukunya es ito itu :(
galikano wrote on Dec 25, '09
Baru lihat ada foto ini. Kenapa nggak bisa di restorasi Syl ?
alasan yang dipake sih karena semen keluaran sekarang ngga bisa dipake buat bangunan jaman dulu. tapi kan lidah tak bertulang (jiaaaahhh pujangga barunya keluar), seribu alasan bisa dipake kalo memang ngga ada niat buat merestorasi.
dipodipo wrote on Dec 26, '09
alasan yang dipake sih karena semen keluaran sekarang ngga bisa dipake buat bangunan jaman dulu. tapi kan lidah tak bertulang (jiaaaahhh pujangga barunya keluar), seribu alasan bisa dipake kalo memang ngga ada niat buat merestorasi.
Menarik sekali ceita soal semen ini. Meskipun gak jauh dari situ orang2 sedang sibuk merestorasi bangunan yang umurnya jauh lebih tua :D
truno3 wrote on Apr 10, '10
kolo ngeliat peningglan dasaad musin concern k lampung aja, masih ada kq tapi tinggal sedikit karena sudah banyak yang d bongkar, sama aja kaya gudangnya bakrie & brother... karena dua2nya berasal dari lampung
galikano wrote on Apr 10, '10
truno3 said
kolo ngeliat peningglan dasaad musin concern k lampung aja, masih ada kq tapi tinggal sedikit karena sudah banyak yang d bongkar, sama aja kaya gudangnya bakrie & brother... karena dua2nya berasal dari lampung
boleh, kapan2 ke lampung.
hotelmurahbandung wrote on May 5, '10
ini bangunan di daerah mana ya?
galikano wrote on May 6, '10
ini bangunan di daerah mana ya?
di kawasan kotatua jakarta, kang.
Add a Comment
   

silvia

Photobucket  ================ Blog ini berisi foto-foto perjalanan, yang diambil menggunakan kamera saku, berikut ulasannya. Selebihnya, tak beda dengan tembok ratapan. ---------------------- Berniat ajak saya ke Tembok Ratapan beneran? Jangan ragu-ragu, email ke silvia_galikano@yahoo.com. ------------------------- You're a good watcher, though, eh? Us loners always are. ~ Jim Prideaux - Tinker Tailor Soldier Spy. --------------------------- Silvia Galikano

Create Your Badge